Refrensi untuk koloqium Biologi

JAWABANYA PADA BIJI KAPAS DAN PARE
Jumat, 10 November 2006 @ 04:53:00
*** Anda berencana tidak ingin memiliki anak lagi? Jika memilih cara alami, biji kapas dan pare dapat dijadikan kontrasepsi alternatif. Kandungan kimiawi dua bahan ini dapat menurunkan kesuburan.

Penggunaan alat kontrasepsi di kalangan pria belum membudaya seperti halnya pada kaum perempuan. Namu pemerintah berusaha keras untuk meningkatkan kesetaraan ini agar populasi penduduk Indonesia dapat kembali ditekan.

Program Keluarga Berencana (KB) yang pernah sukses besar, beberapa tahun terakhir justru terlihat lesu darah. Nah, dengari cara ini diharapkan program KB dapat bergairah kembali.

Selain rendahnya kesadaran serta minat kaum pria untuk menggunakan kontrasepsi, persoalan lain adalah kenyataan kontrasepsi modern tak jarang mengundang efek samping. Bahkan, kampanye penggunaan kondom dirasa kurang mampu mendongkrak minat kaum Adam untuk memakainya, dengan alasan kurang asyik. Sementara teknik medis juga masih belum diminati.

Dicari WHO:
Melihat kenyataan itu, tawaran ramuan tradisional sepertinya tak kalah menarik dan dinilai relatif lebih aman dan efektif. Sebenarnya penggunaan bahan tanaman untuk kontrasepsi sudah lama dilakukan oleh leluhur bangsa ini.

Sayangnya, dengan diperkenalkannya metode kontrasepsi modern seperti spiral dan kondom, cara kontrasepsi tradisional mulai dilupakan karena dianggap kurang praktis dan efektif.

Di tengah gempuran perusahaan farmasi modern, saat ini Badan Kesehatan Dunia (WHO) justru telah membentuk tim kerja untuk mencari dan mengembangkan metode pengaturan kesuburan pria.

Salah satu cara yang dilakukan adalah mencari dan mengembangkan metode kontrasepsi pria melalui bahan maupun zat dari tumbuhan yang diduga mengandung bahan antifertilitas. Cara ini diambil karena dianggap aman, efektif, dan dapat diterima masyarakat.

Pengendalian kesuburan pada pria sebenarnya jauh lebih sulit dibandingkan dengam wanita. Hal ini karena jutaan sperma yang diproduksi oleh organ reproduksi pria harus dikendalikan agar tidak membuahi ovum.

Selain harus dapat mencegah terjadinya pembuahan, alat kontrasepsi yang ideal bagi pria haruslah aman, mempunyai kinerja yang cepat, dan tanpa efek samping. Tentu saja tidak memengaruhi potensi seks dan libido.

Tanaman obat di Indonesia dinilai potensial sebagai penyediaan sumber bahan kontrasepsi yang berasal dari tanaman.

Dr Azwar Agoes, Kepala Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional, dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan Perkumpulan Andrologi dan Perhimpunan Dokter Spesialis Andrologi Indonesia, mengungkapkan bahwa ada 18 jenis tanaman obat di Indonesia yang berpotensi menurunkan kesuburan atau sebagal antifertilitas bagi pria. Bahkan, denngan pengujian lebih lanjut, tanaman obat itu bisa menjadi alternatif alat kontrasepsi pria.

Halangi sperma:
Dari ke-18 tanaman obat itu, biji kapas (Goosypium hirtusum) dan pare (Momordica charantia) adalah diantaranya. Dalam uji coba pada tikus dan kelinci jantan oleh sejumlah peneliti di Indonesia terbukti, tanaman itu berkhasiat menurunkan kesuburan.

Tanaman obat yang memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi alternatif alat kontrasep si pria itu punya kemampuan menghambat pertumbuhan spermatozoa (spermatogenesis), menggagalkan pematangan sperma, menghambat transportasi sperma melalui degenerasi saluran sperma, dan menghalangi penyimpanan spermatozoa.

Bukan hanya itu, ekstrak tanaman pare dipercaya memiliki kandungan senyawa sitotoksik seperti saponin titerpen dan cucurbitacin yang dapat menurunkan kualitas dan jumlah sel sperma pada tikus jantan. Sementara kapas berpotensi menurunkan libido.

Selama ini pengunaan obat antikehamilan secara oral lebih banyak dilakukan oleh wanita. Di negara berpenduduk padat, seperti China, terungkap fakta bahwa kaum lelakinya sering mengasup obat kontrasepsi terbuat dari biji kapas.

Biji kapas tersebut diolah menjadi minyak dan digunakan untuk memasak. Senyawa gosipol dalam biji kapas berperan menurunkan libido sekaligus menekan kesuburan sperma.

Pilihan kontrasepsi alami ini mungkin tidak begitu bermasalah dan cukup menguntungkan bagi yang sudah memiliki banyak anak. Sebaliknya, bagi yang masih mendambakan anak, tentu harus waspada.

Artinya, tidak semua tanaman aman digunakan untuk satu tujuan tertentu. Satu tumbuhan bisa mengandung puluhan, bahkan ratusan senyawa kimia, dengan beragam khasiat dan kegunaan. (kcm/04)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: