Refrensi untuk koloqium Biologi 3

ISSN 1907-9850
15
AKTIVITAS ANTIBAKTERI SENYAWA GOLONGAN TRITERPENOID
DARI BIJI PEPAYA (Carica papaya L.)
I M. Sukadana, Sri Rahayu Santi, dan N. K. Juliarti
Jurusan Kimia FMIPA Universitas Udayana, Bukit Jimbaran
ABSTRAK
Telah dilakukan isolasi dan identifikasi senyawa golongan triterpenoid pada biji pepaya (Carica papaya L.) serta uji
aktivitasnya sebagai antibakteri. Hasil maserasi 500 g serbuk kering biji pepaya menggunakan pelarut n-heksana
menghasilkan 21,66 g ekstrak kental n-heksana dan setelah diuji triterpenoid dengan pereaksi Liebermann-Burchard
menunjukkan reaksi positif untuk triterpenoid dengan perubahan warna dari kuning menjadi merah ungu. Pemisahan
dengan kromatografi kolom terhadap ekstrak kental n-heksana menghasilkan 0,05 g isolat yang menunjukkan positif
untuk triterpenoid (F3) yang berwarna kuning. Hasil identifikasi menggunakan spektroskopi inframerah
menunjukkan bahwa isolat kemungkinan termasuk senyawa golongan triterpenoid aldehida. Spektrum inframerah
mengindikasikan adanya -C-H alifatik stretching, –CH2 bending, –CH3 bending, dan C=O. Spektrum ultra violet –
visibel memberikan dua pita serapan pada panjang gelombang (maks) 228,5 nm dan pita dengan serapan yang landai
pada panjang gelombang 287,7 nm. Hasil uji aktivitas antibakteri terhadap isolat triterpenoid menunjukkan bahwa
isolat dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus pada konsentrasi 1000
ppm.
Kata kunci : isolasi, triterpenoid, biji pepaya, antibakteri
ABSTRACT
Isolation, identification, and antibacterial activity examination have been conducted for triterpenoids
compounds of carica papaya L. Maseration of 500 g pawpaw seed powder in n-hexane gave 21.66 g extract which
reacts with Liebermann-Buched reagent resulting in colour change (yellow to purple). Column chromatography
separation of the extract resulted in 0.05 g yellow isolate (F3) which contains aldehyde triterpenoids. Infrared spectra
indicated aliphatic –C-H stretching, -CH2 bending, -CH3 bending, and C=O. Ultra violet – visible spectra showed
absorption at 228.5 nm and proad peak at 287.7 nm. Antibacterial axamination showed that 1000 ppm at the isolate
inhibits the growth of Escherichia coli and Staphylococcus auerus.
Keywords: isolation, triterpenoid, pawpaw seed, antibacterial
PENDAHULUAN
Keanekaragaman flora (biodiversity) berarti
keanekaragaman senyawa kimia
(chemodiversity) yang kemungkinan terkandung
di dalamnya. Hal ini memacu dilakukannya
penelitian dan penelusuran senyawa kimia
terutama metabolit sekunder yang terkandung
dalam tumbuh-tumbuhan, seiring dengan
kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi,
seperti teknik pemisahan, metode analisis, dan
uji farmakologi. Senyawa hasil isolasi atau
senyawa semi sintetik yang diperoleh dari
tumbuhan sebagai obat atau bahan baku obat
(Hariana, 2004; Anonim, 2006).
Salah satu tanaman yang dapat
dimanfaatkan sebagai obat tradisional adalah
tanaman pepaya (Carica papaya L.). Secara
tradisional biji pepaya dapat dimanfaatkan
sebagai obat cacing gelang, gangguan
JURNAL KIMIA 2 (1), JANUARI 2008 : 15-18
16
pencernaan, diare, penyakit kulit, kontrasepsi
pria, bahan baku obat masuk angin dan sebagai
sumber untuk mendapatkan minyak dengan
kandungan asam-asam lemak tertentu. Minyak
biji pepaya yang berwarna kuning diketahui
mengandung 71,60 % asam oleat, 15,13 % asam
palmitat, 7,68 % asam linoleat, 3,60% asam
stearat, dan asam-asam lemak lain dalam jumlah
relatif sedikit atau terbatas. Selain mengandung
asam-asam lemak, biji pepaya diketahui
mengandung senyawa kimia lain seperti
golongan fenol, alkaloid, dan saponin (Warisno,
2003).
Biji pepaya juga mempunyai aktivitas
farmakologi daya antiseptik terhadap bakteri
penyebab diare, yaitu Escherichia coli dan
Vibrio cholera (Anonim, 2006; Warisno, 2003).
Hasil uji fitokimia terhadap ekstrak kental
metanol biji pepaya diketahui mengandung
senyawa metabolit sekunder golongan
triterpenoid, flavonoid, alkaloid, dan saponin.
Secara kualitatif, berdasarkan terbentuknya
endapan atau intensitas warna yang dihasilkan
dengan pereaksi uji fitokimia, diketahui bahwa
kandungan senyawa metabolit sekunder
golongan triterpenoid merupakan komponen
utama biji pepaya. Uji fitokimia triterpenoid
lebih lanjut terhadap ekstrak kental n-heksana
menggunakan pereaksi Liebermann–Burchard
juga menunjukkan adanya senyawa golongan
triterpenoid. Hal ini memberi indikasi bahwa
pada biji pepaya terkandung senyawa golongan
triterpenoid bebas. Berdasarkan pemanfaatan
secara tradisional biji pepaya yang salah satunya
sebagai obat diare dan berdasarkan aktivitas
fisiologis dari senyawa golongan triterpenoid
bebas sebagai antibakteri, maka perlu dilakukan
penelitian untuk mengisolasi senyawa golongan
triterpenoid bebas pada ekstrak kental n-heksana
biji pepaya dan menguji isolat triterpenoid yang
diperoleh terhadap bakteri penyebab diare, yaitu
Escherichia coli dan Staphylococcus aureus.
MATERI DAN METODE
Bahan
Biji pepaya yang digunakan dalam
penelitian ini adalah biji pepaya yang berwarna
putih yang diambil di daerah Kupang-NTT.
Bahan kimia yang digunakan seperti metanol
(teknis dan p.a), kloroform p.a, n-heksana (p.a
dan teknis), asam sulfat pekat, asam asetat
anhidrat, kalium bromida (KBr), silika gel GF254,
silika gel 60, etilasetat p.a, eter p.a, etanol (p.a
dan teknis), dan akuades.
Peralatan
Peralatan yang digunakan adalah
berbagai alat gelas, seperangkat alat
kromatografi (KLT dan kolom), lampu ulta
violet 254 nm dan 366 nm, spektrofotometer
ultra violet – tampak, serta spektrofotometer
inframerah.
Cara Kerja
Biji pepaya yang berwarna putih
dicelupkan ke dalam etanol panas kemudian
dikeringkan dan dihaluskan. Sebanyak 500 g
serbuk kering biji pepaya diekstraksi dengan cara
maserasi menggunakan pelarut n-heksana.
Ekstrak yang didapat diuapkan dengan rotary
vacuum evaporator sehingga diperoleh ekstrak
kental n-heksana. Ekstrak kental tersebut diuji
fitokimia dengan pereaksi Liebermann-Burchard
untuk menentukan ada tidaknya triterpenoid.
Ekstrak kental positif triterpenoid dipisahkan
dengan kromatografi kolom. Sebelum dilakukan
pemisahan dengan kromatografi kolom, terlebih
dahulu dilakukan pemilihan eluen dengan teknik
KLT. Hasil pemisahan kromatografi kolom
(silika gel 60, n-heksana : eter : etilasetat : etanol
(2:3:3:2)) yang sama digabungkan dan
dikelompokkan menjadi kelompok fraksi.
Masing-masing kelompok fraksi tersebut diuji
untuk triterpenoid. Fraksi yang positif
mengandung triterpenoid dengan noda tunggal
dilanjutkan dengan uji kemurnian secara KLT
dengan beberapa campuran eluen. Bila tetap
menghasilkan satu noda maka fraksi tersebut
dapat dikatakan sebagai isolat relatif murni
secara KLT. Isolat relatif murni ini kemudian
dianalisis dengan Spektrofotometer Ultra violettampak
dan Inframerah.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Isolat yang diperoleh sebanyak 50 mg
dari sekitar 500 g sampel serbuk kering biji
ISSN 1907-9850
17
pepaya. Pemisahan 21,66 g ekstrak kental nheksana
menggunakan kromatografi kolom
(silika gel 60, n-heksana : eter : etilasetat : etanol
(2:3:3:2)) menghasilkan 127 eluat, yang
kemudian difraksinasi denagn KLT
menghasilkan 3 kelompok fraksi. Ketiga
kelompok fraksi tersebut diuji untuk triterpenoid
dengan pereaksi Liebermann-Burchard. Hasil uji
triterpenoid ketiga kelompok fraksi tersebut
dipaparkan pada Tabel 1.
Tabel 1. Hasil uji triterpenoid
Fraksi Berat (g) Pereaksi LB
F1 (5-23)
F2 (24-65)
F3 (66-127)
0,10
1,22
0,05
Coklat
Merah ungu
Merah ungu
Fraksi yang dilanjutkan untuk analisis
lebih lanjut adalah fraksi F3. Uji kemurnian
dengan analisis KLT menggunakan beberapa
fase gerak menghasilkan isolat relatif murni
dengan satu noda pada berbagai polaritas eluen
yang digunakan. Hasil analisis dengan
spektrofotometri inframerah menunjukkan
adanya serapan tajam pada daerah bilangan
gelombang 2923,8 cm-1 dan 2852,2 cm-1 yang
diduga serapan dari gugus C-H alifatik
stretching. Dugaan ini diperkuat oleh adanya
serapan pada daerah bilangan gelombang 1464,4
cm-1 dan 1206,5 cm-1 yang merupakan serapan
dari -CH2 dan –CH3 bending. Pita serapan yang
tajam pada daerah bilangan gelombang 1710,4
cm-1 dengan intensitas kuat mengidentifikasikan
gugus karbonil (C=O) (Sastrohamidjojo, 1985).
Identifikasi dengan spektrofotometri ultra violet
– tampak menunjukkan serapan maksimum pada
panjang gelombang 228,5 nm yang kemungkinan
diakibatkan oleh terjadinya transisi elektrón
n – * dari kromofor C=O. Hal ini didukung hasil
analisis spektrofotometri inframerah yang
menunjukkan isolat mempunyai gugus fungsi
C=O pada panjang gelombang 1710,4 nm.
Serapan ultra violet yang landai pada panjang
gelombang 287,7 nm kemungkinan diakibatkan
oleh terjadinya transisi elektronik n – * dari
ikatan rangkap C=O (Sastrohamidjojo, 1985).
Hasil uji aktivitas antibakteri
menunjukkan bahwa isolat triterpenoid (F3)
dengan konsentrasi 1000 ppm memiliki potensi
menghambat pertumbuhan bakteri dengan
diameter daerah hambat sebesar 10 mm untuk
bakteri E. coli dan 7 mm untuk bakteri S. aureus.
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dapat
disimpulkan bahwa isolat dari biji pepaya
kemungkinan merupakan senyawa golongan
triterpenoid aldehida dengan karakteristik gugus
fungsi: –CH2, –CH3, dan C=O. Isolat triterpenoid
mempunyai potensi sebagai antibakteri pada
konsentrasi 1000 ppm.
Saran
Perlu dilakukan uji aktivitas lain untuk
mengetahui keaktifan dari isolat triterpenoid.
UCAPAN TERIM KASIH
Pada kesempatan ini penulis
menyampaikan terima kasih kepada Bapak Prof.
Dr. Drs. I Made Dira Swantara, M.Si., Ibu Ir. I.
G. A. Kunti Sri Panca Dewi, M.Si., dan ibu A.
A. I. A. Mayun Laksmiwati, M.Si. yang telah
banyak membantu sehingga tulisan ini dapat
terselesaikan.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2006, Tanaman Obat di Indonesia,
Cakrawala IPTEK, http:/www.iptek.net.
id/ind/cakra-obat/tanaman obat, 10 Juli
2006
Anonim, 2006, Manfaat Tanaman Pepaya,
Cakrawala IPTEK, http:/www.iptek.
net.id, 10 Juli 2006
Anonim, 2006, Carica papaya L., Cakrawala
IPTEK, http:/www.iptek.net.id, 15 Juli
2006
Anonim, 2006, Penelitian Tanaman Obat di
Beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia
VIII, http://iptek.apjii.or.id/artikel/ttg
tanaman_obat/depkes_2/buku o8.pdf, 20
Desember 2006
Hariana, H. A., 2004, Tumbuhan Obat dan
Khasiatnya, Seri 1, Penebar Swadaya,
JURNAL KIMIA 2 (1), JANUARI 2008 : 15-18
18
Jakarta
Sastrohamidjojo, H., 1985, Spektroskopi,
Liberty, Yogyakarta
Warisno, 2003, Budidaya Pepaya, Kanisius,
Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: